I Gusti Ayu Azarine Kyla Arinta or Rinta was born in Balikpapan, East Kalimantan, Indonesia in 1992 to a Balinese father and a Bugisnese mother. A self-proclaimed geek and coffee-enthusiast, I Gusti Ayu Azarine Kyla Arinta works professionally as social media and content marketer while cultivating her interest and endless passion for literature, arts, coffee, and the use of technology for greater good.

How I Try to Cope with My Depression by Celebrating Small Wins

As I resort to celebrate the small wins in my daily life, I begin once again to find joy in the mundane. Afterall, waking up, taking shower, having breakfast, meeting a friend is a series of ordinary things that I don’t think of celebrating before. But, it definitely helps to anchor me to the present, whereas before, I was stuck in the future planning of something grander that I forget, being able to live, breathe, surrounded by people who you love and who love you are something joyful.

Advertisements

Tentang menjadi Minoritas, dan kembali menjadi Mayoritas.

Apakah status sebagai mayoritas melegalkan kesewenang-wenangan? Apakah mayoritas lain yang diam dan tidak setuju akan aksi pembubaran acara tersebut akan tetap diam dan membiarkan, menganggap hal tersebut hal yang lumrah? Apakah status sebagai mayoritas mewajarkan golongan mayoritas untuk marah ketika masjid dibakar, Al Qurán dinistakan tapi diam seribu Bahasa melihata sesama mayoritasnya membabi buta menyerang minoritas agama lain? Kita marah melihat Muslim diperlakukan kasar di Amerika Serikat, kita hina Amerika Serikat sebagai negara kafir dan tiran. Kita marah melihat umat di Palestina diperangi oleh Israel, mengirim ribuan doa ke pengungsi-pengungsi Rohingya. Tapi di dalam negeri kita diam melihat gereja dibom, acara Natal dibubarkan, di dalam negeri kita bertindak seperti Amerika Serikat dan Israel.

Review Buku: Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom.

Akhirnya setelah membaca cerita ini dalam satu hari saking bersemangatnya, saya pun paham kenapa teman-teman seperti Maesy dan Nisa dari POST bilang kepada saya bahwa buku ini seperti Game of Thrones dan bahkan teman dari mereka ada yang sampai menggambar peta karakter karena banyaknya karakter di buku ini. Buku ini luar biasa dengan segala kompleksitasnya, kepiawaian Yusi Avianto Pareanom si penulis dalam menjahit cerita dan mendongengi pembaca, dan rasa sejarah nusantara yang membuat nostalgik.

Notes from Ubud Writers & Readers Festival 2016: Day One – The Avonturir.

check out the notes I wrote on my collaborative blog with Rifda Amalia, The Avonturir, on the first day of the festival where I finally met Eka Kurniawan in real life and find out who his muses are and the many hidden treasures of Indonesian literature coming from Indonesia’s emerging writers